Info Sekolah

Galakkan Pelestarian Lingkungan dengan Gelar Sekolah Adiwiyata

Galakkan Pelestarian Lingkungan dengan Gelar Sekolah Adiwiyata

Gelar ‘Sekolah Adiwiyata’ diberikan pada sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan. Program Adiwiyata sendiri merupakan sebuah program dengan tujuan untuk mewujudkan sekolah yang demikian. Program ini dilaksanakan dengan berdasarkan pada tiga prinsip utama, yaitu edukatif, partisipatif, dan berkelanjutan. Sekolah Adiwiyata juga merupakan gelar bagi sekolah yang dianggap sudah baik dan ideal sebagai tempat untuk mendapatkan ilmu pengetahuan serta norma dan etika bagi siswa-siswinya sehingga dapat menjadi dasar bagi terciptanya kesejahteraan.

Program Adiwiyata punya banyak manfaat, di antaranya dapat menggalakkan pelestarian lingkungan yang begitu penting untuk dilakukan di sekolah. Karenanya, risiko dampak lingkungan pun dapat dikurangi. Secara jangka panjang, program ini akan menciptakan suasana yang lebih nyaman dan kondusif bagi seluruh warga sekolah. Tidak hanya itu, kebiasaan baik yang dibiasakan bagi seluruh warga sekolah juga tentu saja akan sangat berguna bila diterapkan warga sekolah saat mereka tidak ada di dalam lingkungan sekolah sekalipun.

Sekolah Sehat adalah keadaan badan dan jiwa yang baik. Artinya, sesuatu dikatakan sehat jika secara lahiriah, batiniah, dan sosial berjalan secara normal dan baik, sehingga memung­kinkan sesuatu dapat produktif, baik secara sosial maupun ekonomis. Sekolah sehat pada prinsipnya terfokus pada usaha bagaimana membuat sekolah tersebut memiliki kondisi lingkungan belajar yang normal (tidak sakit) baik secara jasmani maupun rohani. Hal ini ditandai dengan situasi sekolah yang bersih, indah, tertib, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kekeluargaan dalam kerangka mencapai kesejah­teraan lahir dan batin setiap warga sekolah. Salah satu satnadr sekolah sehat adalah memiliki lingkungan sekolah bersih, indah, tertib, rindang dan memiliki penghijauan yang memadai serta memiliki tempat pembuangan dan pengelolaan sampah yang memadai dan representatif.

Pengelolaan sampah adalah pengumpulan, pengangkutan, pemrosesan, daur ulang, atau pembuangan dari material sampah. Kalimat ini biasanya mengacu pada material sampah yang dihasilkan dari kegiatan manusia, dan biasanya dikelola untuk mengurangi dampaknya terhadap kesehatan, lingkungan, atau estetika. Pengelolaan sampah merupakan proses yang diperlukan dengan dua tujuan mengubah sampah menjadi material yang memiliki nilai ekonomis (pemanfaatan sampah), atau mengolah sampah agar menjadi material yang tidak membahayakan bagi lingkungan hidup. Pengelolaan sampah di SMP N 4 Purworejo bekerja sama dengan Bank Sampag Tri Guyub Rukun Desa Trirejo, Loano, Purworejo sejak beberapa tahun yang lalu.

Tiap hari Jumat, siswa melaksanakan program adiwiyata dengan melaksanakan kebersihan lingkungan dan pengumpulan, pemilahan, dan penimbangan sampah yang selanjutnya akan diambil oleh pengelola Bank Sampah Tri Guyub Rukun.

Kegiatan hari ini didasarkan pada Surat Edaran yang dikeluarkan oleh Sekretariat Daerah Kabupaten Purworejo nomor 003.1/2.103 tentang Hari Peduli Sampah Nasional tahun 2020 tingkat kabupaten Purworejo. Kegiatan yang sudah dilakukan di SMP N 4 Purworejo adalah Apel  Hari Peduli Sampah Nasional yang dipimpin oleh Bapak Drs. Eko Partono, M.M.Pd. selaku Kepala SMP N 4 Purworejo. Apel dilaksanakan di halaman sekolah dengan diikuti oleh semua siswa, guru, dan karyawan SMP N 4 Purworejo dengan mengenakan pakaian olahraga. Kegiatan selanjutnya adalah kerja bakti membersihkan lingkungan dan pengumpulan sampah, pemilahan sampah. Sampah plastic dan kertas dikumpulkan dan ditimbang yang selanjutnya akan diambil oleh pengelola Bank Sampah Tri Guyub Rukun Desa Trirejo, sebagian sampah dibuat kerajinan dalam pelajaran prakarya.


Tanggapan

Artikel Lainnya

SOSIALISASI AKM DAN UJIAN SEKOLAH

SOSIALISASI AKM DAN UJIAN SEKOLAH

Sabtu, 23 Januari 2021-SMP NEGERI 19 PURWOREJO, mengadakan acara Sosialisasi AKM (Asessmen Kompetensi Minimum) dan Ujian Sekolah bertempat di aula SMPN 19 Purworejo. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Sekolah , Komite , Bapak/Ibu Guru serta orang tua/wali siswa kelas 8 (shift pertama ) dan kelas 9 (shift kedua).

READ MORE